Thursday, June 21, 2007
Adik bayi lagi.
Percakapan tentang adik bayi beberapa bulan belakangan ini kembali menghangat dirumah kami. Topiknya tetep sama. "Irsyad kepengen punya adik bayi".
Suatu hari dia datang pada Ayah yang lagi asik nonton TV. Sambil berkacak pinggang Irsyad bilang " Ayah, Irsyad pingin punya adik bayi, Sofort (sesegera mungkin)"
Ayahnya langsung lompat dari sofa, dan dengan bergaya militer (sambil pake hormat) Ayahnya bilang " Siap laksanakan" "Baik Syad, akan Ayah laksanakan perintahnya sebaik baiknya"
Irsyad pun tersenyum puas, sambil berjalan meninggalkan Ayahnya, Irsyad sempat berkata "Irsyad mau adiknya DUA". *gubragh, Ayahpun pingsan* :D

Keinginan Irsyad untuk punya adik kayaknya emang udah dalam tahap *gak kuku* alias kepengen banget. Irsyad interes sekali sama anak bayi. Kalau ada ibu temennya yang jemput bawa bayi, Irsyad suka nyamperin sambil senyum2 liat si bayi. Di supermarket pernah Mi puyeng cari2 Irsyad kemana, taunya dia lagi asik aja senyum2 berdiri didepan stroller bayi, gak tau bayi sapa tuh.
Irsyad juga sering sekali minta Ummi atau Ayah untuk ngeliatin foto2 dia waktu bayi, sambil liat foto sambil heboh "Das bin Ich.... das bin ich... (itu saya... itu saya)" Lucu ya Mi... Isyad kepingin adik bayi Mi"
Selain itu pertanyaan2 seputar adik bayi pun sering sekali muncul. Misalnya "adik bayi itu datangnya dari mana sih Mi?"
Trus kita jelasin, bahwa adik bayi di berikan Alloh kepada suami istri yang sudah menikah. Adik bayi itu keciiilllll sekali sehingga harus dititipkan dulu di perut Ibunya sampai dia cukup besar dan kuat untuk tinggal didunia seperti Irsyad. Selama diperut dia makan dan minum dari makanan yang dimakan Ibunya, baru setelah lahir minum susu sampai kemudian dia besar dan kuat makan makanan seperti Isyad.
Seperti biasa bermunculan lah berbagai pertanyaan "Isyad dulu diperut Ummi juga? "
"Iya tentu...sambil diliatin foto Ummi waktu lagi hamil, diliatin gambar2 hasil usg dahulu"
"Kalau adik bayi diperut pipisnya gimana? pup nya gimana" dll dsb dkk, kadang sampai lieur jawabnya juga :D

Irsyad juga suka membawa adik bayi dalam doanya, terutama kalau mau tidur.
Setelah doa sebelum tidur, Irsyad menambahkan sendiri doanya " Ya Alloh, Isyad mau bobo, tidak mau mimpi buruk, tidak mau ngompol, semoga besok Isyad lebih pintar lebih sholeh Amiin." " Ya Alloh, Isyad kepingiiiiiiin skali punya adik bayi, yang sehat, yang lucu, yang sayang sama Isyad, yang gak jelek, yang gak nakal, yang gak ganggu2 Isyad"
Kadang juga doanya ngelantur " Ya Alloh, nanti sama adik bayi Isyad mau beli mainan di Toys are us", mau beli si Rusty, di Rheneas, si yakah (teruslah disebutin naman2 figur lokomotif dari thomas the tank engine yang dia belum punya). Lah.... doanya jadi melenceng yak :D

Kadang suka kita tanya "emangnya Irsyad kalau punya adik mau bagaimana sih?"
Kata Irsyad "mau disayang sayang"
"Isyad nanti bantu Ummi kalau adiknya pipis, Isyad bawain pampers"
Ummi : "kalau adik bayinya pup gimana?"
" Ummi yang bersihkan, kan Isyad masih kecil, belum bisa bersihkan pup sendiri, Ummi yang sudah besar yang bisa" (pinter juga jawabnya :D)
"kalau adiknya nangis Isyad bilang cep cep cep sayang"
"kalau adiknya mau minum Isyad bawain minumnya"
" Isyad mau main sama adik"
*Ummi mulai terharu* dalam hati berdoa " Ya Allah, kabulkanlah keinginan anakku, bila itu akan menjadi kebaikan untuk kami semua"
Irsyad masih terus ngoceh, "nanti Isyad bilang sama adiknya,....gak boleh nakal...gak boleh rewel, kesian kan Ummi sama Ayah cape"
*Ummi tambah terharu*
"Nanti adiknya boleh kok pinjem mainan Isyad... terus kita main berdua... gak ganggu Ummi, gak ganggu Ayah"
"Nanti Isyad ajak adik masak... eh gak boleh masak... nanti kalo adik udah besar boleh ikut masak, kalau masih kecil bahaya, ntar adik celaka, isyad gak mau ah"
"Nanti Isyad ajarin adik main lego, ajak adik lari2"
"Oh ya nanti adik diajak jemput Isyad ya Mi"
*Ummi tambah terharu biru*...semoga aja kelak ketika Irsyad punya adik, dia gak lupa sama semua rencana yang ada dibenaknya itu :P

Suatu hari Irsyad bilang " der Eric hat kleine brüder" (Eric, temennya, punya adik laki laki)
"der Max hat kleine schwester" ( Max punya adik perempuan)
" der louis hat kleine brüder"
Si A punya adik,
Si B punya adik juga
Si C punya adik juga, pokonya diabsen semua sama Irsyad
"Aber warum Ich nicht?" (Tapi kenapa saya enggak?)
Ummi sama Ayah bilang " Ya karena Alloh belum kasih Syad, belum rejeki namanya nak"
Irsyad diam sejenak terus bertanya " Ayah, kenapa Si Alloh belum kasih aja adik untuk Irsyad"
Glek... halah.... pake kata Si untuk menyebut Alloh.
Kata Ayah " Irsyad kalau bilang Alloh gak boleh pake kata Si, Si Alloh, itu gak bagus nak..gak sopan, Alloh gak suka begitu"
Irsyad diem lagi, terus tanya lagi " Kalau Si Alloh rumahnya dimana Mi?" (eta keukeuh make si keneh). Mi balik tanya "kenapa Isyad kepengen tau Alloh rumahnya dimana?"
Kata Isyad lagi "Yuk, yuk...kita kerumah Alloh sebentar yuuk, Isyad mau tanya kenapa Isyad belum dikasih adik aja, Ayah, bisa anterin Isyad sebentar kerumah Alloh gak??"
Ummi sama Ayah, saling berpandangan ;)

Pernah suatu hari Ummi menambahkan kalimat " Kalau Alloh sudah bilang Kun fayakun Syad, Isyad tentu akan dapat adik bayi, makanya kita terus berdoa, semoga Kita diberi rejeki berupa adik bayi yang sehat sempurna lahir bathin".
Kemudian sambil mengangkat kedua tangannya seperti orang sedang berdoa Irsyad dengan serius berkata " Alloh Bitte sagt Kun yakun, oke?". (Alloh tolong katakan Kun Fayakun, oke).
Haduuuhh pake kata oke lagi. Ummi sama Ayah yang denger, antara geli dan prihatin kok pake oke ya??.......

Sering juga Isyad datang pada Ummi, sambil ngelus ngelus perut Ummi dia tanya " Mi sudah ada adiknya belom?"
Mi bilang "belom Syad", Irsyad pun ngeloyor pergi lagi.
Suatu hari dia datang lagi, dan sambil megang2 perut Ummi dia bilang gini " Mimi, adiknya udah ada belum?" belum sempet Ummi jawab Irsyad udah ngomong lagi "Bisa gak sih ada adiknya di perut Mimi??" "Kalau gak bisa, adiknya taruh diperut Ayah aja, perut Ayah kan besar" *tuiiiiiiiiinnng, Ayahpun tergebok*. :p
Thursday, June 07, 2007
Ketika Irsyad ikut masak.
Siang ini, Ayah bilang kalau Ayah pengen masak sayur tempe pepaya. Oke,... Ayah pun siap berlaga di dapur. Tak lupa pemuda kecil yang selalu ngikut apa yang dilakuin ayahnya juga ikut berlaga didapur.
Mi ngapain?? Mi nyante sebentar sambil baca2 majalah
Selintas terdengar percakapan dari dapur antara bapak dan anak.
Irsyad (I) : "Isyad minta gayem juga yah.."
Ayah (A) : "Oke, nih garamnya. Ayah perlu serai nih"
(I) : "Isyad juga pake seyeh"
(A) : "Skarang masukin daun salam nya".
(I) : "Isyad juga pake daun salam"
"Isyad juga kasih bumbunya"
"Isyad juga kasih cabe"
"Isyad juga..."
"Isyad juga......"
"Isyad juga....."
Segala yang disebut dan dilakukan Ayahnya, dilakukan juga sama Isyad.
Mi nyengir aja sambil asyik nerusin bacaan.

Gak lama Irsyad dateng sambil bawa mangkok kecil,"Essen ist fertig Ummi, (makanan sudah siap Ummi) Isyad masak, sok Ummi coba."
Ummi ( U) : "wah...masak apa Isyad? pinter....bantu Ayah ya? makasih ya"
(I) : "coba mi.... coba..... du darfts probieren, silahkan Ummi" dengan mata berbinar2.
Dibelakang terdengar ayah bicara :" Tuh Isyad udah masak tuh buat Ummi, Ummi harus coba" (provokatif pisan, sambil cengar cengir)
(U) : "oh Ummi coba?? Ayah juga ya?"
(A) : " gak ...tadi kan Isyad sama Ayah yang masak, jadi Ummi yang harus coba, kan masaknya juga buat Ummi "
(I) : Bitte Ummi,... silahkan coba,.. du darfst probieren, ich koche Ummi. Dengan mata berbinar dan penuh pengharapan.
(A) : Mi, itu loh udah dibikinin anaknya,... Isyad masak buat Ummi katanya. (Teuteub dengan cengirannya.)
(I) : " bitte schön Ummi"
Irsyad tetep nunggu reaksi Ummi sambil nyodorin mangkuk dan menatap penuh harap.
Mi berganti2 menatap gemes kearah Ayah, menatap haru kearah Isyad, dan menatap pasrah kearah mangkuk yang dipegang Isyad.
Demi anak tercinta... pelan pelan Mi ambil sesendok dan Mi cicip.
Rasanyaa???? Yah bayangin aja ndiri deh, segala potongan bumbu dikasih air dan diudek gitu aja gemana coba rasanya?????.
(I) : enak Mi?? enak Mi ??
Wajah dan matanya itu loooh.........harap harap cemas menunggu Ummi memuji hasil karyanya.
Yah demi anak, campuran bumbu dengan air yang rasayna gak keruan itupun menjadi sangat istimewa.
(U) : Wah Isyad sudah masak buat Ummi.... terimakasih ya Syad, Ummi senang sekali dimasakin Isyad"
Isyad pun tersenyum puas.
Disudut sana Ayah menatap adegan Ibu dan Anak, sambil tersenyum2 simpul.
Okeyy.......... lain kali Irsyad masak spesial buat Ayah ya Syad................................:p
Tuesday, June 05, 2007
Our Long week ends
Salah satu yang bikin semangat memasuki bulan April Mei di Jerman, selain udara mulai enak, mulai menghangat, matahari mulai sering menyapa, dan yang gak kalah menariknya adalah, banyaknya long week end :D Lumayan kan buat leyeh2 tanpa perlu ambil waktu cuti.
Long week end waktu Ostern kemarin, hari jumat diisi dengan acara mengunjungi Ophi dan Bayu di Düsseldorf. Disana kami jg janjian untuk ketemu sama Inne. Ceritanya sih reunian gitu. Inne dan Ummi sama2 sekelas waktu kelas 1 smp. Haiyaaaaa itu terjadi ampir 20 tahun yang lalu jreng hihihi. Tapi kami masih saling mengenali, dan sama2 yakin kalau kami tidak berubah, tetep imut2 seperti dahulu kala, yang sedikit berbeda dengan dahulu adalah ukuran baju tentunya :D
Kebetulan ditempat Ophi sedang ada tamu dari Bandung. Selidik punya selidik, adik ipar sang tamu itu adalah juga teman sekelas kami juga. ah what a small world.
Selain ketemu temen lama, disana jg kami ketemu temen baru. Asiik jadi nambah temen lagi.
Abis makan makan disertai dengan acara reunian dan ngerumpi ohne ende, kami terus ber bis ria menuju sungai Rhein. Ehem tamu dari Dortelweil ini punya special request, pengen menyusuri sungai Rhein. Mo nostalgia ceritanya. Syahdan suatu hari di tahun 2001 yang lalu, ayah dapat panggilan interview di kota ini. Ummi juga ngikut dong, sekalian jalan2 gitju. Letak kantornya dipinggir sungai Rhein. Dari hasil interview disimpulkan bahwa si ayah keterima untuk bekerja disitu. Wah senang dong kami. Selesai interview kami jalan2 menyusuri sungai Rhein, sambil melihat2 pemandangan, dan berkhayal.. "tuh ntar rumahnya disitu aja tuh ya.. deket sungai deket kantor" sibuklah mengkhayal yang indah2. Tapi ternyata takdir berkata lain. Takdir membawa kami ke Frankfurt sampai saat ini ;)
Alhamdulilah kesampaian juga jalan2 lagi di tepian sungai Rhein, dan berfoto didepan gedung tempat ayah dahulu hampir berkantor ;)
Foto2 trip to Düsseldorf ada disini.

Balik dari Düsseldorf, hari sabtunya kami menuju Karlsruhe, mengunjungi Tante Fatma dan Oom Haider. Acaranya apa? jalan2 ke Metzingen, daaann makan. Yap acara makan mah gak pernah ketinggalan. Disini kita gak banyak foto2, soalnya sibuk liat2, sibuk makan dan sibuk ngerumpi. Sampe Frankfurt lagi, tengah malam.

Setelah beristirahat senejak di hari minggu, hari senin kita jalan ke Dippemesse di Frankfurt. Semacam pasar malam tapi sejak siang udah buka :p Banyak permainan2 dan jual makanan. Sayang gak ada yang juwalan nasi gudeg.
Pertama2 naik Bianglala. Liat Frankfurt dari atas. (gak mampu sewa helicopter ya udah naik Bianglala aja hehehehe)
Yang asik disana kita main perosotan yang tinggi banget. Irsyad udah mupeng banget pengen main, setelah ditanyain ternyata anak setinggi Irsyad boleh ikut main asal ditemani orang tuanya,. Ya sudah Irsyad sama Ummi yang main. Meskipun kudu naik tangga tuinggi dulu, tapi Irsyad dan Ummi tetep semangat. Seneng deh, lumayan mengobati kerinduan Ummi akan asyiknya main prosotan :p Anak senang, Umminya jg happy ;)
Abis itu naik bombom car. Ayah ditemenin Irsyad. Kali ini giliran ayah yang terobati kerinduannya akan main bombomcar ;)
Liat, bapak dan anak sama sama happy kaan......;)
Foto foto lainnya ada disini.

Minggu lalu, ada long week end lagi, dalam rangka Pfingsten. Kali ini kami berjalan ke negara tetangga. Tepatnya ke Den Haag. Tujuan utamanya pengen liat Pasar malam besar alias pasar tongtong, yang setiap tahun diadakan di DenHaag.
Knapa disebut pasar Tongtong ya? hmm kurang paham jg :p Yang pasti di pasar tongtong ini banyak sekali bule2 berbaju batik yang lagi jualan lapis legit dan aneka sambal :D
Sayang saking takjubnya sama aneka sambal dan aneka lapis legit, kita kelupaan motret para bule nya. Selain itu alasan lainnya yah alasan klise, sisi narsis biasanya kalah oleh kepentingan perut :D Saking asiknya liat2 dan mencari2 stand makanan, sampe lupa deh foto2.
Suasananya kayak PRJ (walo Ummi belum pernah ke PRJ sekali pun hehehehe) soalnya banyak terdengar orang berbicara dalam bahasa Indonesia, banyak umbul2 juga, cuma gak ada ondel ondel dan gak ada yang juwal kerak telor :p
Disana juga banyak orang2 yang bertampang melayu yang jaga stand. Dengan still yakin dan PeDenya, Ummi selalu berbahasa Indonesia saban kali tanya2 di stand2 itu. Abis berasa di Indo, mau beli kerupuk gitu kan... otomatis kluarnya bahasa Indonesia. Eh yang diajak bicara diem aja ngeliatin Ummi. Setelah diajak ngomong bahasa Inggris baru deh nyaut. Oalaaaaah gak ngerti bahasa Indonesia tho.... Piye tho mbak yu... jualan tape singkong tapi gak ngerti bahasa Indonesia ;)
Dipasar malam yang sudah buka sejak siang itu, banyak sekali dijual aneka kerajinan Indonesia, macem macem, lutju lujtu dan keren, aneka jenis batik, baju2 khas daerah Indonesia, kayak baju bodo, songket, aneka rotan, tas tas, accesoris, penganan, aneka kripik, aneka krupuk mentah, dll dsb, dkk selain itu juga ada beberapa barang dari negara tetangga (tetangganya Indonesia maksudnya) misalnya dari Thailand, Vietnam. Ada peragaan busana, ada pemutaran film2 tempo doeloe, ada pertunjukan tari2an daerah Indonesia, nyanyian lagu2 Indonesia, pokoknya Indonesia pisan deh. Melihat Stand2 yang berjajar, baju batik kerajinan tangan serta serta aneka assesoris yang mendominasi mengingatkan Ummi akan pasar Sukowati di Bali ;) Cuma disini gak bisa ditawar :p
Masuk lebih dalam lagi, ada satu halle yang buessaaar yang namanya aloen aloen, nah disitu tempat yang jual masakan2 Indonesia. Nama2 resto nya jg nama resto di Indo. Ada depot pojok, warung sunda, rumah makan padang, aneka masakan Jawa dll dsb. Huiiiiiiiiiiiiiii mulai deh kalap kami. Akhirnya kita makan di depot podjok jawa timur. Menunya?? rujak cingur, soto ayam, sate kambing es kelapa muda. Sip. kenyang dari situ kita ngiter lagi. Eehh terus nemu es duren... ya makan es duren dulu. Ada yang jual lumpia, martabak manis dan asin ya mari mampir dulu. Liat warung sunda, mi tertarik sama lotek... yaaa beli lotek buat dibungkus. Abis itu keliling2 lagi, nemu rumah makan padang...mampir deh... berharap menemukan sate padang. Waaahh sayang..gak ada menu sate padang :-(
Liat berbagai jajanan pasar dan krupuk2, ya beli lah icip2 dikit. Sampai akhirnya kita keluar dari arena aloen aloen itu. Hasilnya? semua menawarkan menu yang hampir sama dan serupa. Nasi rames, rawon, ketoprak, sate ayam/kambing, tahu telur, soto ayam, gado gado. Gak ada yang juwal nasi gudeg euuyy. :-(
Menarik sekali acara pasar malam besar ini. Disediakan juga stand untuk anak2. Kalo bosen2 anak2 diajak kesitu, bisa gambar2 nonton tv dll. Puas keliling2 pasar tongtong sampe hampir 4 jam, kita memutuskan untuk kembali ke penginapan. Pegel juga nih kaki.
Sesampainya di penginapan, kirain Irsyad udah ngantuk, eh malah seger bugar, dan minta nyicip rambutan. Ayah nawarin duren, tapi Irsyad lebih milih rambutan. Blum kenal dia dashyatnya rasa duren ;)
Sembari Irsyad asik menikmati rambutan, Mi juga ikutan nyicip lotek :D Perut udah gak kuat tapi mulut masih aja kepengen ngunyah :-( dengan perut kenyang, hati senang kamipun terlelap alhamdulilah.
Kebetulan kita nginep ditempat yang sama ketika tahun lalu bersama Uti Akung kita jalan ke Belanda juga. Mari kita liat bagaimana Irsyad setelah berselang satu tahun.
Irsyad mei 2006 dan mei 2007

di kamar mandi,

di balkon
Abis sarapan, kita check out, dan dalam perjalanan kembali ke Dortelweil, kita keliling2 di Denhaag dan sekitarnya. Kebetulan jalanan agak sepi, dan kita memilih menghindari jalan tol. Jadi kita jalan menyusuri tepian sungai di Belanda. Sungainya cukup bersih walaupun airnya gak jernih banget, gak pake banyak kotoran dimana mana, dan gak pake banjir :D
Sayang beribu sayang, hari itu termasuk hari libur nasional walaupun hari minggu jadi toko2 tutup. Cuma tempat makan yang buka. Jadi kita kurang puas belanja bahan2 makanan dan produk Indonesia :-( padahal rencananya kepengen banget beli teh botol sosro sekerdus sekalian :D
Setelah beberapa kali melakukan lawatan ke negara tetangga, kesan2 kami adalah : Belanda asik banget buat jalan jalan dan belanja bahan makanan, tapi tidak untuk sengaja mengkhususkan diri untuk mencari masakan Indonesia, masakan bikinan sendiri jauh lebih enak ternyata ;)) (muji diri sendiri boleh kaahh) Kmaren kami puas banget minum es cendol, es kelapa muda, es shanghai dan es campur. slruuupp syedaaap.
Tapi Mi masih penasaran banget sama satu toko bahan makanannya yang gak sempet kami kunjungi karena tutup. Jadi kayaknya kudu ke Belanda lagi nih. ;) *wink wink, kedip kedip sama Ayah*
Foto2 lainnya ada disini.